Siapa yang Menyadari Semua Ini?
Tulisan contoh untuk menguji tampilan blog. Akan diganti tulisan penulis.
Coba perhatikan pikiran Anda selama satu menit saja. Ia melompat dari rencana makan siang ke percakapan kemarin, lalu ke kekhawatiran tentang esok hari.
Di tengah lompatan itu ada sesuatu yang menarik: Anda bisa mengetahui bahwa pikiran sedang melompat. Ada yang berpikir, dan ada yang menyadari bahwa sedang ada pikiran.
Cerita yang kita sebut "aku"
Ingatan, kebiasaan, dan perasaan perlahan menyusun sebuah cerita. Cerita itu memberi kita nama, sejarah, dan rasa memiliki arah. Ia sangat berguna, karena tanpa cerita itu kita akan kesulitan hidup bersama orang lain.
Namun cerita yang berguna tidak selalu sama dengan keseluruhan diri. Kadang kita terlalu sibuk menjaga cerita itu sampai lupa bertanya siapa yang sedang menyaksikannya.
- Pikiran datang dan pergi.
- Perasaan naik dan surut.
- Kesadaran akan keduanya tetap ada.
Hening sebagai cara melihat
Banyak tradisi kontemplatif mengajarkan hening, bukan untuk melarikan diri dari pikiran, melainkan untuk melihatnya dengan lebih jernih. Dalam hening, pertanyaan "siapa aku?" berubah dari teka-teki menjadi undangan.
Tulisan ini tidak menjawab pertanyaan itu. Ia hanya menunjuk ke arah tempat pertanyaan itu bisa mulai didengarkan.